thumbnail workshop h3ndy
thumbnail PERJALANAN MENJADI MAKERS
Daftar Isi
    Add a header to begin generating the table of contents
    Scroll to Top

    Bagaimana saya bisa menjadi berubah profesi dari
    Game developer hingga menjadi Maker’s

    Berawal pada kami mendapatkan kesempatan yang luar biasa untuk memiliki rumah kami sendiri . Kami mendapatkan tanah kavling yang strategis sesuai dengan yang kami dambakan dengan harga yang sangat oke pada zaman itu. Karena budget kami terbatas maka kita membangun sendiri bangunan rumah diatas tanah tersebut dengan spesifikasi standar developer .

    Setelah proses pembangunan selesai kami tidak dapat melanjutkan proses pembuatan furniture karena uang kami terkuras dan tidak bijak bila kami memaksakan untuk membuat furniture custom . Maka pilihan yang saya punya pada saat itu adalah saya harus membuat sendiri custom furniture agar rumah tersebut dapat ditinggal secepat mungkin . (karena kontrakan kami akan habis dalam waktu 2 bulan lagi )

    Saya tanpa berpikir panjang langsung memesan beberapa lembar papan tripleks dan membayar satu tukang harian untuk membantu saya dan belajar cara membuat furniture . Saya melakukan riset menggunakan you tube menonton berbagai macam tutorial yang berhubungan dengan woodworking dan langsung saya coba pada keesokan harinya . Pertama-tama kami membuat Meja dan lemari penyimpanan untuk dapur .

    Project Pertama

    Meja dengan lemari penyimpanan untuk perabotan dapur di finishing dengan HPL . Saya beruntung mendapat bantuan dari pegawai toko yang menjual peralatan furniture , saya diberi instruksi yang cukup jelas olehnya untuk menempelkan hpl dan memasang mekanisme laci dan pintu . Dalam proses tersebut kami banyak menghabiskan bahan HPL karena pecah , salah ukur , salah tempel dan hal hal konyol lainnya . Tapi pada akhirnya kami berhasil menyelesaikan produk dengan cost 3/4 lebih murah.

    Setelah berhasil membuat meja saya lebih percaya diri kali ini dan project selanjutnya yang saya buat untuk mengisi furniture rumah adalah kitchen set dan beberapa lemari (sebagian fotonya hilang) . Saya menghabiskan waktu sekitar 4 minggu dengan jam kerja 8 – 10 jam perhari dibantu oleh satu tukang , kami berhasil menyelesaikan 1 meja dan 1 kitchen set , lemari pakaian dan lemari buku . Suatu pencapaian yang saya sangat sangat bangga-kan produk tersebut hingga kini masih kami gunakan tanpa ada masalah . (walaupun tampilan nya tidak rapi saya masih tetap bangga)

    Kecanduan membuat produk

    Berhenti menjadi game developer

    Pada tahun itu profesi saya masih sebagai Game developer produktif setiap malam saya membuat program dan membuat desain games baru . Tapi pada pagi hari saya selalu bereksperimen untuk membuat produk dan mencoba teknik-teknik yang saya pelajari dari Youtube dan kali ini saya sudah bekerja sendirian tidak dibantu oleh tukang harian . Saya pun mulai membuat meja kerja / workbench dan mulai mengumpulkan alat-alat untuk membantu saya bekerja sendirian . Saya masih ingat betapa sulitnya untuk memotong satu lembar papan yang benar-benar lurus dan siku menggunakan gergaji tangan dan jig saw .

     

    Membuat workshop sederhana

    Karena saya semakin rajin mengumpulkan peralatan maka saya memutuskan untuk membuat ruangan workshop untuk bekerja dan menyimpan peralatan yang saya miliki. Workshop yang saya buat hanya sebuah partisi ruangan yang dibuat menggunakan besi baja ringan dan tripleks 3mm .

    Tidak pernah berhenti

    Dari project pembuatan furniture hingga saat ini ( tahun 2019 artikel ini ditulis ulang ) saya tidak pernah berhenti membuat produk , Bila ada kesempatan saya selalu mencoba berbagai macam project yang belum pernah saya kerjakan .

    Hal paling menyedihkan dalam hidup adalah mensia-siakan bakat.

    Bantu Kami mendapatkan 10,000 Follower di Instagram supaya Kami bisa membayar biaya Server.

    Artikel Terbaru

    Artikel Terkait

    Jangan ragu untuk bertanya apa saja hingga mengajukan proposal bisnis. Silahkan gunakan form dibawah ini.

    Bantu Kami dengan membagikan Link

    Share on facebook
    Facebook
    Share on linkedin
    LinkedIn
    Share on whatsapp
    WhatsApp
    Share on pinterest
    Pinterest
    Share on twitter
    Twitter
    Share on telegram
    Telegram
    Share on print
    Print