Edward Bernays Jualan Produk Menggunakan Feeling
thumbnail Edward Bernays Jualan Produk Menggunakan Feeling
Daftar Isi
    Add a header to begin generating the table of contents
    Scroll to Top

    Halo semua ! dalam series artikel bisnis & marketing kali ini Saya ingin membahas Edward Bernays Jualan Produk Menggunakan Feeling seorang genius marketing & publikasi (public relation). Bila Anda seorang desainer grafis yang tertarik dengan dunia marketing , Maka Anda harus mempelajari teknik-teknik yang digunakan Edwards Bernays dalam dunia marketing.

     

    Menjual Rokok Untuk Wanita

    Tahukah Anda di tahun 1920 merokok adalah sesuatu yang keren , dari tukang bangunan ,setidaknya pria menghisap 5 batang rokok setiap harinya. 

    Tapi pada kala itu rokok hanya dianggap hanya untuk kalangan Pria saja , Walau sebenarnya banyak Wanita juga perokok , tapi karena masih dianggap tabu Wanita tidak merokok di area publik. 

    Hal ini mengganggu George Washington Hill , president American Tobacco Company, yang menganggap segmen Wanita adalah tambang emas didepan mata.

    Tahun 1928 American Tobacco Company merekrut Edward Bernays , Anak muda si Genius marketing yang penuh dengan ide-ide gila. 

    Edward Bernays Jualan Produk Menggunakan Feeling 1 H3NDY
    Edwards Bernays

    Taktik Marketing Edwards Bernays sangat berbeda dengan taktik marketing konvensional di era tersebut. Bernays tidak percaya orang membeli produk berdasarkan pemikiran rasional. 

    Tapi sebaliknya Bernays percaya orang-orang sangat Emosional dan Impulsif dan menyembunyikannya dengan sangat baik. Dia percaya bahwa ada otak feeling (perasaan) yang mengatur hasrat  untuk memiliki sesuatu tanpa menyadarinya. 

    Rokok Tanda Kebebasan Wanita

    Ketika perusahaan Rokok lainnya menjalankan kampanye persuasif untuk membuat para wanita merokok , Bernays mengambil cara yang berbeda.

    Edward Bernays Jualan Produk Menggunakan Feeling 2 H3NDY
    grup wanita sedang menyalakan rokok ditengah keramaian kota new york

    Bernays menyewa grup model wanita dan membawa grup tersebut ke tempat ramai di tengah kota New York. Bernays meminta para wanita untuk membakar rokok secara bersamaan. Disaat yang sama Bernays sudah menyiapkan photographer untuk mengambil momen tersebut.

    Artikel Propaganda

    Esok harinya Bernays mengirim Foto tersebut ke media massa dan memberitahu ke reporter “Para wanita di foto bukan cuma menyalahkan rokok , tapi juga sedang menyalakan api kebebasan”para wanita sedang menunjukan kebebasan mereka sebagai perempuan.

    Bernays menciptakan drama politik , Dia tahu hal itu akan membangkitkan emosi untuk para wanita di seluruh negara. 

     

    Bernays secara diam-diam telah menanamkan mindset “ Merokok adalah tanda kebebasan ”, Taktik Bernays berhasil ! Penjualan rokok naik 2x lipat dan Bernays menjadi orang kaya.

    Edward Bernays Jualan Produk Menggunakan Feeling 4 H3NDY
    Gambar grup wanita senang menyalahkan rokok
    Edward Bernays Jualan Produk Menggunakan Feeling 5 H3NDY

    Gambar perempuan atraktif sedang menghirup asap rokok dengan kata-kata persuasif ” Believe in yourself ” untuk menciptakan ikatan emosional terhadap para wanita.

    Revolusioner Marketing

    Bernays terus melakukan perubahan kultur budaya seperti ini pada era 1920s , ‘30s and 1940. Dia adalah revolusioner dalam industri marketing , dia juga yang menciptakan bidang marketing Public Relation (PR). 

    Beberapa teknik marketing yang Bernays gunakan hingga menjadi standard dalam industri marketing yang kita kenal saat ini : 

    • Menggunakan wanita Seksi 
    • Menggunakan Artis cantik
    • Membuat artikel palsu “fake news” 
    • Menggunakan Opini atau Rekomendasi dari Ahli
    • Menggunakan Drama untuk menciptakan sensasi dan ketegangan 
    • Sebagian besar teknik yang digunakan PR pada saat ini , sudah pernah dilakukan lebih dulu oleh Bernays.
    Edward Bernays Jualan Produk Menggunakan Feeling 6 H3NDY

    Model wanita Cantik dan seksi sedang menyalahkan rokok saat bermain tenis.

    Edward Bernays Jualan Produk Menggunakan Feeling 7 H3NDY
    poster rokok lucky strike dengan kata-kata yang tidak lazim

    Taktik sukses yang digunakan Bernays adalah menciptakan perasaan bersalah .

    Bila Anda tidak merokok Anda akan menjadi …..

    Mempopulerkan American Breakfast

    Di Tahun 1920 Bernays disewa sebagai konsultan Beech-Nut Packing Company, Dimana produk utama perusahaan tersebut adalah Bacon dan permen karet. Tugas Bernays adalah menaikkan penjualan bacon. 

    Bernays melakukan konsultasi dengan Dokter pribadinya tentang rekomendasi sarapan Bacon dan Telur apakah bagus untuk kesehatan ? Sang dokter menjawab iya bagus , karena kita membutuhkan banyak energi di pagi hari.

    Bernays lalu mengajukan proposal berubah surat untuk ditandatangan kepada 5,000 dokter di seluruh Amerika , dari 5,000 sekitar 4,500 dokter setuju dengan ide sarapan Bacon dan telur bagus untuk kesehatan. 

    Hal tersebut membuat Bernays memiliki cerita yang dapat dijual ;

    4,500 dokter mendesak orang Amerika untuk makanan sarapan berat untuk meningkatkan kesehatan mereka” 

    Edward Bernays Jualan Produk Menggunakan Feeling 9 H3NDY
    iklan Bacon dan pancake untuk sarapan pagi

    Dari judul headline dan artikel yang diterbitkan , Banyak warga amerika beranggapan bahwa Sarapan Bacon dan Telur adalah sarapan yang sempurna. 

    100 tahun kemudian American breakfast masih menjadi pilihan 70% warga amerika. 

    Agency PR Untuk Politikus & Perusahaan

    Bernays adalah figur sukses yang mempopulerkan Agency Public Relation (PR) untuk membangun Citra dimata Masyarakat & Investor. Perusahaan seperti Procter and Gamble dan General Electric adalah klien yang menggunakan Agency Bernays. 

    Tidak hanya perusahaan tapi Bernays pun menjadi orang yang sukses menjalankan kampanye di dunia politik.

    Edward Bernays Jualan Produk Menggunakan Feeling 10 H3NDY

    Tahun 1924 Bernays menjadi konsultan kampanye presiden Calvin Coolidge yang sukses terpilih menjadi Presiden Amerika ke 30. 

    Edward Bernays Jualan Produk Menggunakan Feeling 11 H3NDY

    Tahun 1932 Bernays menjadi konsultan kampanye presiden Herbert Hoover dan sukses terpilih menjadi Presiden Amerika ke 31.

    Edward Bernays Jualan Produk Menggunakan Feeling 12 H3NDY

    Bernays juga menjadi konsultan kampanye William O’Dwyer yang sukses terpilih menjadi Walikota New York ke 100. 

    Menggunakan isu sensitif yang dipublikasi , O’Dwyer sukses mendapatkan perhatian warga New York.

    Menggunakan Masalah , Solusi &  Rasa Bersalah

    Ahli-ahli mencoba menjual atau mengiklankan produknya secara langsung, ia beralih ke pakar yang dipercaya pelangganya untuk menceritakan kisah produknya. 

    1. Hal yang pertama dilakukan Bernays adalah menyoroti Permasalahan utama yang dihadapi konsumen, 
    2. Kemudian dia memberikan jalan ke produknya sebagai solusi.
    3. Menggunakan Pakar ,Figur , dan Artikel yang dipercaya oleh Target Audience untuk menceritakan cerita yang dibuat..
    4. Kemudian dia juga membuat rasa bersalah bila konsumen tidak mengambil solusi yang ditawarkan.  
    Edward Bernays Jualan Produk Menggunakan Feeling 13 H3NDY

    Ringkasan Edward Bernays Jualan Produk Menggunakan Feeling

    Edward Bernays adalah genius marketing yang membentuk industri marketing yang kita kenal saat ini. Teknik-teknik yang dia gunakan masih digunakan hingga kini, Bila Anda tertarik Maka saya sangat menganjurkan untuk membaca Buku Propaganda yang di tulis oleh Edward Bernays.

    Referensi :

    Lihat Juga Artikel Yang Lain

    Edward Bernays Jualan Produk Menggunakan Feeling 14 H3NDY

    eBOOK GRATIS

    Modul File Latihan

    file eBook & Spreadsheet

    verifikasi email untuk memastikan bahwa Anda bukan robot yang ingin mencuri data

    Hal paling menyedihkan dalam hidup adalah mensia-siakan bakat.

    Bantu Kami mendapatkan 10,000 Follower di Instagram supaya Kami bisa membayar biaya Server.

    Artikel Terbaru

    Artikel Terkait

    Jangan ragu untuk bertanya apa saja hingga mengajukan proposal bisnis. Silahkan gunakan form dibawah ini.

    Bantu Kami dengan membagikan Link

    Share on facebook
    Facebook
    Share on linkedin
    LinkedIn
    Share on whatsapp
    WhatsApp
    Share on pinterest
    Pinterest
    Share on twitter
    Twitter
    Share on telegram
    Telegram
    Share on print
    Print